Showing posts with label Citizen Reporter. Show all posts
Showing posts with label Citizen Reporter. Show all posts

Saturday, October 1, 2011

Dukung Film Dokumenter Asal Aceh di Ajang Eagle Awards 2011

Latar Belakang :

Ada sebuah obrolan ringan dalam sebuah rumah makan. Seorang yang duduknya tidak jauh dari saya berkelakar bangga karena semua yang dimakannya adalah makanan impor. Dia menyebut makanan yang sedang dimakannya satu per satu, berasnya dari Thailand, dagingnya dari Australia, sayurnya dari Vietnam, dan bahkan garamnya pun dari India. Seketika orang-orang di rumah makan itu hening sejenak. Mendengar itu saya merasakan dua hal, orang-orang Indonesia kaya karena mengkonsumsi makanan impor dan sekaligus miris karena negara yang alamnya kaya raya ini harus mendatangkan makanan dari luar negeri. Bayangkan, negara dengan garis pantai terpanjang keempat sedunia harus mengimpor garam dari luar negeri.

Keprihatinan yang timbul karena impor garam ini kemudian menjadi inspirasi bagi dua pemuda asal Aceh untuk menciptakan sebuah karya film dokumenter. Azhari dan Jamaluddin Phonna menggarap film dokumenter berjudul “Garamku Tak Asin Lagi” yang menjadi salah satu dari lima finalis Eagle Awards Metro TV 2011. Dua pemuda Aceh yang sama-sama sedang menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Malang itu berhasil menarik perhatian para juri yang terdiri dari Radhar Panca Dahana, Kioen Moe, Dr. Yudi Latif, Nan Achnas, dan M. Abduh Aziz. Eagle Award Metro TV 2011 yang mengambil tema “Bagimu Indonesia” memang dirasa tepat dengan apa yang diangkat dalam film dokumenter Garamku Tak Asin Lagi. Kedua sineas muda itu ingin menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai potensi alam, khususnya garam, yang tidak kalah dari negara lain.

Dua pemuda asal Aceh ini yakin bahwa Indonesia tidaklah perlu mengimpor garam dari luar negeri bila kita semua mau cinta produk Indonesia dan mau memberdayakan sumber daya alam yang kita miliki. Azhari dan Jamalludin Phonna yang juga pernah memproduksi film dokumenter berjudul Menjemput Ilmu dari Sarang Peluru itu mengharapkan pemerintah untuk memberdayakan hasil negeri sendiri dan berusaha lepas dari ketergantungan dengan barang-barang impor. Kehancuran industri garam domestik dalam beberapa tahun terakhir ini bukan karena kualitas produksi yang rendah tapi lebih karena tidak ada kebijakan pemerintah yang berpihak pada industri garam lokal.

Bila pemerintah dan semua pihak mau bahu membahu bukan tidak mungkin saya berkata, “Garamku Tak Asing Lagi”. Karena garam Indonesia terasa asinnya dan garam asing tentu tidak senikmat itu.

Dukungan :

"Itukan judul film. Karya dua sineas muda Aceh itu kan?. Maksudku, Jamaluddin dan Azhari. Kok, dipakai jadi judul artikel? Apa sudah kehabisan ide? Hmmm..."
Begitulah komentar reflek sang kawan begitu mengintip artikel, saat hendak memulai menulis dan baru ada judul.

Sang kawan, benar. Itu memang judul film dokumenter. Dari 5 finalis Eagle Award 2011, film "Garamku Tak Asin Lagi" termasuk salah satu ide film yang berhasil menyisihkan 210 proposal ide lainnya.

Itu saja sudah cukup bangga. Dan, wajar jika ada banyak orang tergerak untuk bisa melakukan sesuatu. Samalah seperti wartawan yang langsung tergerak untuk mewartakannya. Sama seperti pembaca yang langsung mengirim link berita "Yukk Dukung Film Garamku Tak Asin Lagi" kepada kawan-kawan melalui facebook dan twitter.

Jadi, jika artikel ini berjudul sama dengan judul film "Garamku Tak Asin Lagi"  semata karena reflek ingin ikut mendukung dengan cara yang paling bisa penulis lakukan.

Ternyata, jadi semakin tertarik jika ditelusuri lagi latar belakang kenapa Eagle Award 2011 diadakan dan ide dasar mengapa film "Garamku Tak Asin Lagi" di buat. Ada tarikan spirit, motivasi, dan inspirasi yang kuat di dalamnya.

Berikut, minimal 3 alasan utama mengapa film "Garamku Tak Asin Lagi" karya sineas muda Aceh ini perlu di dukung.

1. Film "Garamku Tak Asin Lagi" salah satu dari 5 finalis Eagle Award 2011. Kegiatan dalam bentuk kerja film ini dibuat dengan latar belakang cinta tanah air melalui pengenalan kebhinekaan Indonesia. Film  "Garamku Tak Asin Lagi" salah satu finalis Eagle Award 2011 sebagai karya persembahan “Bagimu Indonesia”, rumah kita sendiri!

2. Film "Garamku Tak Asin Lagi" adalah karya sineas muda Indonesia asal Aceh, yakni Jamaluddin Phona dan Azhari. Hasil ide kreatif dua anak Aceh ini ternyata berhasil menyisihkan ide kreatif lainnya, yang seluruhnya berjumlah 210 proposal ide.  Jamaluddin, lahir di Banda Aceh, 18 September 1991. Sedangkan Azhari, lahir di Samalanga, 17 Agustus 1987. Keduanya adalah mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Film "Garamku Tak Asin Lagi" adalah film yang bertolak dari ide dasar bahwa kehancuran industri lokal bukan karena kualitasnya rendah, tetapi karena terkikis akibat pola pikir yang selama ini membuat banyak orang  selalu tergantung dengan produk-produk impor, sehingga melupakan produk lokal padahal kualitasnya tidak kalah dengan produk impor. Bukan cuma soal pola pikir tapi juga karena tidak ada kebijakan yang memihak kepada petani garam khususnya petani garam perempuan di Aceh.

Merekam daerah adalah mengenali kebhinekaan Indonesia yang bisa memulihkan rasa cinta tanah air karena Indonesia adalah rumah kita sendiri menjadi sangat penting bagi generasi muda Aceh di periode damai ini.

Lebih dari itu, merekam potret kehidupan petani garam adalah refleksi kritis anak muda yang sangat penting di tengah arus apatis yang bisa jadi tercipta akibat praktek politik yang semakin menggamangkan dan mengabaikan moralitas dan komitmen politik ureung Aceh. Dengan mengangkat rekaman kritis ini menjadi bukti bahwa "politik" anak muda masih sangat memikat dan menginspirasi.

Terakhir, mendukung anak muda Aceh yang kreatif, aktif, dan penuh karya serta memiliki semangat berkompetisi dengan cara-cara sehat sama nilainya dengan mendukung pemajuan Aceh. Mengapa? Jawabannya karena jika anak-anak muda Aceh hari ini penuh ide, kreatif, berkarya, dan senang berkompetisi dengan sehat maka bisa dipastikan masa depan Aceh akan lebih baik, dan sebaliknya.

Maka tidak ada pilihan lain kecuali bersegera memberi dukungan karena jika film ini bisa memenangkan salah satu dari tiga katagori kemenangan yang disediakan bisa dipastikan Aceh akan bangga dan lebih dari itu film ini juga bisa menjadi faktor pendorong untuk perubahan kebijakan pemerintah agar lebih memihak kepada rakyat kecil, khususnya terhadap petani perempuan Aceh. Adakah kebahagian lain selain melihat banyak anak muda Aceh penuh semangat untuk berkontribusi dalam memajukan Aceh?

Yukk kita nonton film dokumenter karya sineas muda Aceh "Garamku Tak Asin Lagi" di Metro TV, 5 Oktober 2011, pukul 20.00 WIB

Jak, ta dukung agar film "Garamku Tak Asin Lagi" bisa menang katagori film dokumenter favorit pemirsa. Ketik Eagle [spasi] Garam, kirim ke 9899 - sebanyak-banyaknya.

ini video nya : Garamku Tak Asin Lagi

Tuesday, September 6, 2011

Lomba Artikel Ilmiah Terbuka Untuk Mahasiswa seluruh Indonesia

Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMA Sigara) UNY mempersembahkan Lomba Artikel Ilmiah Nasional.
Persyaratan dan ketentuan :
  1. Lomba Artikel Ilmiah ini terbuka untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia.
  2. Tema Lomba Artikel “Reformasi Birokrasi dalam Pemberdayagunaan Aparatur Negara”.
  3. Peserta dapat perorangan atau kelompok. Peserta kelompok maksimal 3 mahasiswa.
  4. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul.
  5. Naskah ditulis sesuai EYD. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.
  6. Naskah diketik pada kertas A4, Times New Roman (TNR), 12 pt, spasi 1,5, justify, margin 3cm, minimal 4 halaman maksimal 10 halaman.
  7. Naskah terdiri dari judul, abstraksi, pendahuluan, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka.
  8. Peserta wajib membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,00/naskah, ditransfer ke No. Rekening 2857013434, Bank Syariah Mandiri a.n Rahadi Cipto Utama. Setelah transfer diharapkan menghubungi Rahadi Cipto Utama, CP. 081907775373.
  9. Naskah artikel+biodata penulis dilampirkan (attach) ke alamat la_ian@ymail.com dengan subject: Nama Penulis+Judul artikel. Biodata tidak dijadikan satu dengan naskah.
  10. Pengumpulan naskah paling lambat tanggal 15 Oktober 2011, pukul 24.00WIB
  11. Hadiah Juara I Rp500.000,00+piagam, Juara II Rp300.000,00+piagam, Juara III Rp200.000,00+piagam.
  12. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  13. Pemenang akan diumumkan dalam acara Seminar Nasional pada 5 November 2011 di KPLT FT UNY dan www.himasigara.org.
  14. Naskah yang masuk menjadi hak panitia.

Saturday, August 6, 2011

Besok, Langsa Blogger Community Gelar Pelatihan Ngeblog


LANGSA - Komunitas Blogger Kota Langsa atau yang lebih dikenal dengan Langsa Blogger Community (LBC) kembali akan menggelar pelatihan blog untuk masyarakat di Langsa, Minggu (7/8) besok, di Champion Coffee Langsa.

Pelatihan blog yang akan diikuti oleh puluhan peserta ini memang sangat terbatas, mengingat kondisi ruangan yang digunakan juga terbatas, “padahal banyak peserta yang telah mendaftar, dari 32 peserta yang telah konfirmasi, ” jelas Fahdil Ariadi, Manager Black Orange selaku event  organizer yang bekerja sama dengan Langsa Blogger Community.

Kegiatan yang diselenggarakan ini bekerjasama dengan Black Orange selaku event organizer, Graha Media, Global Radio, Gipsi Radio, Birama Radio. Cempala Kuneng Radio dan Champions Kupi selaku penyedia tempat,  ini merupakan bagian dari kegiatan blogger Langsa untuk berbagi bersama dengan lainnya dalam rangka mensosialisasikan aktifitas ngeblog untuk semua kalangan.

Fahdil juga menyebutkan, pelatihan juga membahas seputar cara membuat blog, trik dan teknis SEO (Search Engine Optimation), dan langkah-langkah bagi yang ingin mendapatkan income dari internet.
Kegiatan yang bertema Ramadhan Sehat Virtual Sidejob yang akan digelar besok masih bisa dikonfirmasi melalui panitia bagi yang ingin mengikuti pelatihan tersebut di nomor kontak 0877 4759 5605 (Danta) dan 0831 8812 2900 (Fahdil).

Sunday, May 8, 2011

Pengangguran di Aceh 171.000 orang

BANDA ACEH - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi mengatakan angka pengangguran di Aceh mencapai 171 ribu orang. Jumlah ini meningkat sekitar 9.000 orang dibanding Agustus 2010.

"Jumlah ini meningkat sekitar 9.000 orang dibanding Agustus 2010, yakni dari 162 ribu orang pada Agustus 2010 menjadi 171 ribu orang pada Februari 2011,” ungkap Syech Suhaimi.

Dikatakan, jumlah angkatan kerja di Aceh pada Februari 2011 mencapai 2,069 juta orang, bertambah sekitar 130 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja pada Agustus 2010 sebesar 1,939 juta orang.

Sementara jumlah penduduk yang bekerja di Aceh pada Februari 2011 mencapai 1,898 juta orang, bertambah sekitar 122 ribu orang dibanding keadaan pada Agustus 2010 sebesar 1,776 juta orang.

"Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Aceh pada Februari 2011 mencapai 8,27 persen, lebih rendah 0,1 persen dari TPT Agustus 2010 sebesar 8,37 persen," ujar Suhaimi.

Menurut Kepala BPS Aceh ini, situasi ketenagakerjaan Februari 2011 ditandai meningkatnya jumlah pekerja di beberapa sektor, seperti sektor industri pengolahan. Sedangkan penurunan jumlah tenaga kerja tertinggi terjadi di sektor konstruksi.

Berdasarkan survei, ungkap Suhaimi, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi di Aceh sanggup menampung tenaga kerja sekitar 22.770 orang. "Jadi untuk menampung 171 ribu tenaga kerja harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 7-8 persen," jelasnya.

 
Design by Fadel Aziz Pase | Bloggerized by Fadel Partner - Do'a Sepasang Bidadari | Salam Kanan Salam Kemenangan